Jendela tempatku tersandar masih sama
Melihatmu dengan senyum termanis
Kadang lupa bagaimana cara buatmu tertawa
Karena tangis lebih sering tercipta
Aku menulis puisi dan segala hal
Semuanya mudah
Tak semudah menulis apa yang kurasa terhadapmu
Pena mungkin sudah sangat hafal frasaku
Tanpa majas pun aku masih terbiasa
Susah memang melukis imaji
Karena aku telah kehilangan inspirasi
Ya, kamu
Terakhir kali kita saling menatap
Bebanmu terasa begitu dalam
Resapan yang ada tak sanggup menampung bulir air matamu
Seperti ada yang ingin kau curahkan
Tapi sekali lagi kau pilih berbohong
Agar waktu yang ada tak terbuang sia sia karena air mata
Mungkin keadaan ini kejam
Sangat kejam
Tak pernah biarkan kita senang
Tapi jika tersadar yang ada ini bukan pelakunya
Hanya kita yang enggan membunuh
Waktu masih sama
Aku masih menulis puisi
Terlebih surat surat panjang
Dan segala hal yang bisa buat jemari ini lupa rasanya digenggam
Kadang saat mata ini tertutup
Kau malah jauh terlihat jelas
Walau hanya bayangan
Merasuk
Dan buat kenangan terseret
Dicumbu keadaan
-yogywilly
Tidak ada komentar:
Posting Komentar