Jumat, 12 Oktober 2012

Segala hal

Jendela tempatku tersandar masih sama
Melihatmu dengan senyum termanis
Kadang lupa bagaimana cara buatmu tertawa
Karena tangis lebih sering tercipta
Aku menulis puisi dan segala hal
Semuanya mudah
Tak semudah menulis apa yang kurasa terhadapmu

Pena mungkin sudah sangat hafal frasaku
Tanpa majas pun aku masih terbiasa
Susah memang melukis imaji
Karena aku telah kehilangan inspirasi
Ya, kamu

Terakhir kali kita saling menatap
Bebanmu terasa begitu dalam
Resapan yang ada tak sanggup menampung bulir air matamu
Seperti ada yang ingin kau curahkan
Tapi sekali lagi kau pilih berbohong
Agar waktu yang ada tak terbuang sia sia karena air mata

Mungkin keadaan ini kejam
Sangat kejam
Tak pernah biarkan kita senang
Tapi jika tersadar yang ada ini bukan pelakunya
Hanya kita yang enggan membunuh

Waktu masih sama
Aku masih menulis puisi
Terlebih surat surat panjang
Dan segala hal yang bisa buat jemari ini lupa rasanya digenggam

Kadang saat mata ini tertutup
Kau malah jauh terlihat jelas
Walau hanya bayangan
Merasuk
Dan buat kenangan terseret
Dicumbu keadaan

-yogywilly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar