Jumat, 21 Desember 2012
DAY 1 "Clouds"
Iyaa jadi apakabar readers blog ini, lama ya gak nyepik lagi disini. oh iya jadi beberapa hari terakhir ini gue nyoba satu aktivitas baru nih, Fotografi. Nah kemaren sempet gowes muter muter kampung di jogja buat nyari objek yang pas, karena ini musim hujan gue jadi kepikiran untuk ngebuat 'awan' jadi objek yang pas. semua foto disini asli punya gue, gak ada repost. Enjoy :)
itu dia yang gue jepret jepret kemaren, kalo mau liat lebih banyak bisa ke Instagram ya di @yogywilly
bye..
Sabtu, 17 November 2012
Satu dari sekian percobaan fotografi terbaik
Camera : Samsung Galaxy S II (8MP)
Software : Camera ZOOM FX
Model : - Tech Deck Wooden Collector Edition Zoo York
- Tech Deck Plastic DGK edition
Senin, 29 Oktober 2012
Senin, 22 Oktober 2012
Disaster Prambanan
Senin, 15 Oktober 2012
Menjemput Bebas
Aku masih bingung
Kapan Tuhan kan izinkan ?
Agar aku bisa sesukanya
Pergi keluar ozon ini
Ke bagian lain dari muka planet ciptaan tangan Maha Agung ini
Setidaknya selapis lebih tinggi dari sang bulan
Yang penting aku lupa
Lupa bagaimana manis yang kau buat dahulu
Lupa akan senyummu yang dahulu mampu kuterjemahkan jadi lembar prosa
Aku ingin diajari bagaimana caranya melupakan
Setidaknya membiarkan beban kenangan ini lepas
Karena guratan yang tercipta terlalu dalam menyisakan goresan
Tapi mungkin akan sulit
Lupakan sesuatu yang dulu selalu bisa buat ku tersenyum
Kenangan yang kau buat terlalu tajam
Perlahan apa akan kau buat aku mati ?
Apa yang kau harap lagi ?
Semua rasa cinta sudah terlalu banyak kau renggut
Setidaknya bantu aku
Coba untuk tidak datang
Jika akhirnya pintu hati ini sengaja kau tutup sendiri dari arah luar
-Yogywilly
Sabtu, 13 Oktober 2012
Asa Yang Hilang
Andai senja bisa bicara
Akan ku tanyakan perasaan ini.
Andai hati bisa bicara
Takkan ada sesak dalam diri.Mencoba berlari,menguatkan diri
Mungkin akan hilang..
Kurasa tidak.
Hati ini semakin melonjak.
Mengikuti asa yang mulai beranjak.Terhempas dalam lautan sunyi.Mugkin harus begini.
Ah.. tidak juga.
Andai saja.
Aku punya nyali.
Padamkan sulutan api.
Bergegas memalingkan diri.
Akankah terasa ringan.
Memudar tanpa bayangan.
kurasa aku gagal.
Hingga raga mulai terjungkal.Menyisakan hati yang telah berserakan.
Akankah kau pungut
Memasukkanya dalam kotak cintamu.
Kurasa tidak.
- Afri Mella
Sunyi Disini
Andai esok tak ada lagi mentari
Tak akan ada juga cinta ini
Yang tak bisa kupahami
Berkali- kali kujalani
Hidup sendiri
Meratapi sepi yang tak bertepi
Akankah ku mampu lewati??
Entahlah apakah ku bisa hidup menyendiri
Kini ku merintih di malam yang semakin sunyi
Hingga terurai dalam untaian puisi
Sampai ku menyadari
Tak seorangpun peduli
Hidup sendiri tanpa cinta ini
Terasa ingin mati
Karena aku ingin kembali
Terbangun dari bunyi serunai
Luka dan sakit yang akan kubawa sampai mati
Namun, Aku ingin hidup seratus tahun lagi
- Ayu Lestari
The Irish Peasant Girl
She lived beside the Anner,
At the foot of Slievna-man,
A gentle peasant girl,
With mild eyes like the dawn;
Her lips were dewy rosebuds;
her teeth of pearls rare;
And a snow-drift ’neath a beechen bough
Her neck and nut-brown hair.
How pleasant ’twas to meet her
On Sunday, when the bell
Was filling with its mellow tones
Lone wood and grassy dell
And when at eve young maidens
Strayed the river bank along,
The widow’s brown-haired daughter
Was loveliest of the throng.
O brave, brave Irish girls—
We well may call you brave!—
Sure the least of all your perilsIs the stormy ocean wave,
When you leave our quiet valleys,
And cross the Atlantic’s foam,
To hoard your hard-won earnings
For the helpless ones at home.
“Write word to my own dear mother—
Say, we’ll meet with God above;
And tell my little brothers
I send them all my love;
May the angels ever guard them,Is their dying sister’s prayer”—
And folded in a letter
Was a braid of nut-brown hair.
Ah, cold and well-nigh callous,
This weary heart has grown
For thy helpless fate, dear Ireland,
And for sorrows of my own;
Yet a tear my eye will moister,
When by Anner side I stray,
For the lily of the mountain foot
That withered far away.
Charles Joseph Kickham
Jumat, 12 Oktober 2012
One Day
Dexter and Emma spend the night together following their graduation from Edinburgh University in 1988. They talk about how they will be once they are 40. While they do not become romantically involved completely, this is the beginning of their friendship. The novel visits their lives and their relationship on July 15 in successive years in each chapter for 20 years. Emma wants to improve the world and begins writing and performing plays, which remain unsuccessful, while Dexter travels through the world, drinking and hooking up with women. Eventually both move to London where Emma becomes a waitress in Kentish Town at a Tex-Mexrestaurant, while Dexter becomes a successful television presenter.While there are various attempts from both sides to start a relationship, coincidences stop Emma and Dexter from getting together and while they have relationships with other people, they stay best friends, both secretly longing for the other. They are drawn together closer through a holiday together and the death of Dexter's mother.Emma breaks up with her boyfriend, Ian, after realising she is creating a life with someone she doesn't love. During this time Emma is able to find a job as a teacher, after various years of struggle, despite a "double-first degree". Dexter meanwhile develops a drinking and drug problem and watches his career collapse. The friendship between Emma and Dexter grows more and more difficult, after Emma is constantly hurt by Dexter who attempts to hide his feelings for her from both her and himself. After being treated rudely by Dexter at a restaurant, Emma breaks up the friendship.At the wedding of Emma's former roommate, Emma and Dexter meet again. Emma admits that she wants Dexter back. At this point of time she has just ended an affair with her headmaster, Dexter has fallen in love with another woman, Sylvie, who is pregnant. At this reunion, Dexter invites Emma, who is disappointed by the situation, to his wedding.Emma tries to overcome her problems and begins to write, while Dexter is unemployed and overwhelmed by his role as a father. After realizing this, he and Emma for the first time have sex. They do not get together and Emma leaves to go to Paris in the hope of writing a successful novel. When Dexter visits her in Paris, he learns that she met someone and likes him and for the first time admits his feelings to her. After talking about their relationship, Emma chooses Dexter.Emma and Dexter get married and are happy together, however Emma wants a child. The couple finds themselves frustrated by the failing attempts to have a child. Dexter however is able to open a deli-cafe and finds himself suddenly successful again. Emma gets her book published and becomes a successful children's author. On the anniversary of the day they met after graduation and the day they got together, Emma and Dexter have an appointment to see a house. While travelling there, Emma has a bike accident and dies. After her death, Dexter finds himself in despair. He starts to drink again and provokes people in bars in order to get beaten. He is comforted through his ex-wife Sylvie, his father and his daughter. The upcoming year he travels together with his daughter to Edinburgh where he and Emma met and they climb the same mountain together that Emma and Dexter climbed 19 years ago.The book ends with a memory of what happened after that first night together in 1988 and Emma's and Dexter's first kiss and promise to stay in touch and their goodbye.
Segala hal
Jendela tempatku tersandar masih sama
Melihatmu dengan senyum termanis
Kadang lupa bagaimana cara buatmu tertawa
Karena tangis lebih sering tercipta
Aku menulis puisi dan segala hal
Semuanya mudah
Tak semudah menulis apa yang kurasa terhadapmu
Pena mungkin sudah sangat hafal frasaku
Tanpa majas pun aku masih terbiasa
Susah memang melukis imaji
Karena aku telah kehilangan inspirasi
Ya, kamu
Terakhir kali kita saling menatap
Bebanmu terasa begitu dalam
Resapan yang ada tak sanggup menampung bulir air matamu
Seperti ada yang ingin kau curahkan
Tapi sekali lagi kau pilih berbohong
Agar waktu yang ada tak terbuang sia sia karena air mata
Mungkin keadaan ini kejam
Sangat kejam
Tak pernah biarkan kita senang
Tapi jika tersadar yang ada ini bukan pelakunya
Hanya kita yang enggan membunuh
Waktu masih sama
Aku masih menulis puisi
Terlebih surat surat panjang
Dan segala hal yang bisa buat jemari ini lupa rasanya digenggam
Kadang saat mata ini tertutup
Kau malah jauh terlihat jelas
Walau hanya bayangan
Merasuk
Dan buat kenangan terseret
Dicumbu keadaan
-yogywilly
Rabu, 10 Oktober 2012
Indah
Tak bisa ku sebut kau sebuah masa lalu
Tak bisa pula masa depan kau tempati
Kini cinta hanya guratan kecil
Dari apa yang dulu kita rangkai
Dan sampai sekarang dekatkan sedikit jarak
Berat memang jika harus terbiasa
Berjalan sendiri
Saat semua hal dan setiap waktu
Kau temani aku
Hanya perlu sedikit senyummu
Tuk perbaiki suram hari ini
Dan hanya perlu sedikit sinismu
Agar ku sadar
Semua ini untuk kita
Awalnya ini indah
Saat waktu masih berjalan
Sekarang semua terasa dihentikan
Ya jarak pelakunya
Semua tawa dirubah jadi tangis
Haru mu makin terdengar
Rindu memang
Saat semua hal indah ada karena kau mengukirnya
Ingin rasanya seret saat ini ke masa yang dulu harusnya kita jadikan pelajaran
Putar waktu
Agar refleksi kembali berubah
Agar paradoks yang selama ini belenggu bisa dibiarkan terbuka
Agar tak percuma semua sakit dan air mata
Apa baik semua klise
Klise yang kita buat untuk tutupi pecahan
Retakan jarak antara kita
Bagaimanapun tak baik bohongi apa yang ada
Dan sesuatu yang indah
Tak lebih dari biasa jika sang penciptanya lelah merawatnya
-yogywilly
Fake Smile
When I thought the world had stopped spinning
You've come up with a million hopes
When you give your sweet smile
And at that moment the wind stops blowing
With a hope
I run and challenge the world
When everything is so silent
With no letter came
Your smile like a rainbow in the storm
I know nothing is perfect
But it's you that make perfection
There are no perfect words when I am without you
When I think all perfect
Everything suddenly disappeared
As I know all you give was just a reflections
The smile and hope just a lie
All hope is gone
Apparently you're not more than a someone that give me a fiction hope
Hope that convered your smile. You don't knew how much pain in this heart once knew...
-Rafi Hidayat
Minggu, 07 Oktober 2012
Hujan
Mendung perlahan datang
Buat segenap jiwa merenggut senyum
Memori kembali muncul
Saat air yang datang bergilir dari langit menyentuh bumi
Suram, saat tanah dan air itu menyatu
Detaknya kan memudar
Munculkan lagi yang dulu terhapus
Akhirnya hujan akan mereda
Membuat semuanya diambang angan
Wangi tanah yang serentak menyebar perlahan lenyap
Bersama dengan cahaya yang sedikit tersenyum dari celah mendung
Hilangkan sedih
Duka
Dan sekali lagi...
Memori
Hujan memang masih dan bahkan selalu
Jadi kenangan baik
Tapi seperti sifat yang dibawanya
Hujan pasti reda
Tapi tak secepat hujan memori ini kan terhapus
Harus ada cahaya yang biarkan regenerasi
Harus ada usaha tuk buat semua kembali membaik
Sisakan memori untuk dijadikan pelajaran
Tuhan masih biarkan kita meratapi
Merintih manja agar hujan sebentar saja membiarkan kita mengingat
Mengingat waktu yang buat angan pudar
Tuhan.... Tolong sebentar saja Kau biarkan kami memeluk masa lalu
Walaupun akhirnya tetes kenangan buat kami bersedih
Tapi tak apa.
Setidaknya bisa redakan sosok seseorang yang tak bisa selalu ada
Hujan
Terimakasih kau ingatkan kenangan baik
Agar nanti bisa lebih dari ini
-yogywilly
Minggu, 30 September 2012
Jauh
Mendung masih sedikit menyisakan cahaya surya
Masih ingat tawamu sedihmu saat terakhir kita bertemu
Masih terasa saat kusandarkan kepala ini dibahumu
Kurasakan setiap beban yang kau panggul sendiri
Jauh...
Saat tangan ini tak lagi bersinggungan
Saat mata ini tak lagi saling isyaratkan cahaya
Tapi hati ini tak akan putuskan kerinduannya padamu
Jauh...
Kenapa harus ada jarak
Saat kita bisa membunuh waktu
Kenapa harus ada tangis
Padahal kita saling mengundang tawa
Dan kenapa ada gelap saat jalanku kau terangi dengan senyummu
Jauh...
Kau yang kini sudah jauh berbalik
Tak sejalan
Tak searah
Bahkan tak saling memikat
Rindu yang dahulu bisa buat sedikit senyum merekah
Sekarang hanya menyisakan tangis
Apa kita harus selalu merintih
Memohon agar Tuhan berikan jalan lurus yang kita bisa lalui berdua
Agar Tuhan bisa beri kita bulan yang sama untuk bersama kita pandangi
Jauh...
Jarak ini hanya buat kita menarik kenangan dan enggan melepasnya
Tak akan ada rumit bila kita mengerti
Bila secercah rindu tak kita abaikan
Seandainya cinta bisa memilih
Mungkin itu bukan untukku yang kau beri
Waktu memang kejam
Tapi jarak tak mau kalah kejam
Apa kita takbisa bunuh dua provokator itu
Agar semua bisa kita kemukakan
Jauh....
Apa kita tak pantas saling rindu
Saling berbagi memberi
Saling merintih
Saling menyapa manja
Saling berbagi bahagia, derita untuk dikaji bersama
Saling menatap untuk merasakan penderitaan
Saling mengerti agar yang lain bahagia.
Jauh...
Ketika semua sudah tak terhitung
Apakah kita harus berhenti
Ketika semua sudah biasa kita lakukan berdua
Apakah semua harus kita cukupkan
Jauh...
Sayang waktu dan jarak tak pernah menjadi sahabat.
-Yogywilly
Kamis, 27 September 2012
TIGA Hari Untuk Selamanya
Apakah kau bersedia ketika aku benar benar jatuh cinta ?
Mungkinkah kita akan terus merintih perih dari hari ke hari ?
Mungkinkah kebohongan akan menjadi pembenaran dikala kau sesekali pergi, dikala aku menangis sendiri.
Ada satu hari kau kecup keningku menyapa mesra aku manja
Ada satu hari kau mengucap kata cinta, berciuman kita tanpa lebih mengucap banyak kata
Dan ada satu hari kita berpesta, yang pada akhirnya aku menyerahkanmu pada keadaan, keadaan yang sebenarnya, kepada cinta yang selayaknya
Untukmu, kepasrahanku, bukti cintaku kepadamu
Tiga hari untuk selamanya, tiga hari terindah kita bersama, pergilah kau pria yang kucinta, biarkan aku disini memejam perih, merajut segala semua yang hanya kurasakan saja.
-Tiga Setia Gara
Jumat, 21 September 2012
Tahajud
Dadaku berkilauan bukan oleh permata
Sebab cinta telah disodorkan kemurahan semesta
Padaku. Kini aku menyeret langkah ke segala penjuru
Dan menulis puisi di sudut sudut malam
Di antara kesempitan bumi dan keluasan langit
Aku harus menggeliat dan menari
Sedih dan riangku menjadi tarian di udara
Lihatlah, langkahku berderap menyongsong matahari
Menempuh bukit demi bukit rahasiamu abadi
Beribu penyair menyerap tinta di lautan
Pohon pohon bergerak menuliskan kebenaranmu
Lihatlah, kain kafanku terus berkibaran
Memenuhi udara dengan bau keringat seorang pengembara
Meskipun hatiku telah dilumuri lumpur hitam
Aku tahu cahaya masih akan terbit dari tatapan matamu
Setiap pagi. Kemudian kau bakar segala yang ada di bumi
Hingga gairahku melonjak dan menari kembali
Hidup dan matiku akan terus berulang
Mengikuti irama ruang dan waktumu
Lihatlah, tak ada lagi mahkota dunia di kepalaku
Kemegahan hanya menganugrahiku sebuah pena
Zam zam ingin menghabiskan tinta di lautan
Kemudian bergerak bersama pohon pohon menuliskan cinta..









































